Arsitektur

Pengertian Tentang Rumah Limasan Jawa

Pengertian Tentang Rumah Limasan Jawa – kuno tentang bangunan arsitektur Jawa, bangunan Limasan merupakan pengembangan dari bangunan berbentuk joglo. Kemudian berkembang dari bangunan berbentuk Joglo, dengan dimensi berlipat ganda baik pada sisi panjang maupun sempit. Sisi panjang kemudian dibagi menjadi 3 bagian, sedangkan sisi pendek tidak dibagi dan tetap berada di sebelah kiri.

Pengertian Tentang Rumah Limasan Jawa

vmiredetstva – Namanya diubah menjadi gajah-sap yang artinya gajah ganda. Gajah adalah nama balok kayu yang berada di tengah bangunan Joglo. Kata gajah mempunyai arti yang sama dengan liman, sehingga istilah ini kemudian dikenal dengan nama liman-sap, yang kemudian berubah menjadi limasan.

Jawa memiliki beberapa rumah adat dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu jenis rumah adat Jawa yang cukup dikenal masyarakat adalah rumah Limasan.

Rumah adat jenis ini menawarkan banyak variasi dan keunggulan. Salah satu kelebihannya adalah atap rumah dapat meredam gempa.

Meski Limasan termasuk tipe rumah adat, namun banyak orang yang kembali tertarik dengan tipe rumah ini.

Rumah Limasan modern dapat dipadukan dengan tipe rumah lainnya sehingga menciptakan rumah modern dengan sentuhan tradisional.

Penggunaan bahan dan desain yang tepat menjadikan Limasan modern dan menawan.

Rumah adat ini dinamakan Limasan karena denah bangunannya berbentuk persegi panjang atau lebih tepatnya berbentuk limas. Bangunan Limasan mempunyai empat atap, dua atap kej dan satu atap bronjong.

Bentuk atap Kejen adalah segitiga sama kaki. Setelah berbagai perkembangan, muncul overhang di bagian samping.

Atap bronjong, sebaliknya, berbentuk jajar genjang sama kaki. Limasan sendiri memiliki beberapa tipe dengan desain yang cukup berbeda-beda tergantung tipe rumahnya.

Namun jika dilihat sekilas, berbagai tipe rumah Limasan sulit dibedakan. Macam-macam tipe rumah limasan khas jawa indonesia yaitu :

1. Rumah Limasan Trajumas Lawakan
Salah satu jenis rumah Limasan adalah Limasan Trajumas. Selain itu Rumah Trajumas juga dimodifikasi atau dikembangkan lebih lanjut menjadi model Trajumas Lawakan.

Rumah Trajumas Lawakan hampir tidak berbeda dengan tipe Limasan Trajumas.

Perbedaan yang paling terlihat adalah penambahan balai di sekitar rumah.

Bale atau overhang dibuat dengan sudut kemiringan yang berbeda dengan atap utama bangunan.

Pada bangunan Limasan Trajumas Lawakan terdapat empat sisi yang masing-masing tersusun dua lapis dan dihubungkan oleh sebuah bubungan.

Penyangga yang digunakan pada bangunan Limasan Trajumas Lawakan berjumlah 20 kolom yang berfungsi sebagai struktur utama bangunan rumah.

2. Casa Limasan Trajumas
Casa Trajumas memiliki atap dengan enam tiang yang menjadi pondasinya.

Di tengah kolom terdapat jembatan yang berfungsi sebagai partisi dengan ukuran yang sama.

Selain itu, Rumah Trajumas memiliki empat sisi atas yang sama panjang.

Desain rumah Limasan ini sangat cocok untuk bangunan untuk membuat paviliun atau bungalow.

3. Rumah Limasan Lambang Sari
Dibandingkan dengan rumah Limasan lainnya, Limasan Lambang Sari mempunyai bentuk yang berbeda dan istimewa.

Bagian-bagian tersebut terletak pada bagian yang membentuk atap dengan balok penghubung. Balok tersebut menghubungkan atap bruunjung dengan atap responsif.

Rumah Lambang Sari memiliki total 16 per buffer. Keempat sisi atapnya mempunyai dua lapisan.

Template atap rumah dan tiang penyangga digunakan untuk menghubungkan ruang antara atap pinus dan atap penyangga.

Bahan bangunan yang digunakan dalam pembuatan rumah adat Limasan Lambang Sari adalah kayu jati atau nangka dengan serat yang kuat.

4. Beranda Limasan Lambang Teplok
Limasan Lambang Teplok mempunyai bentuk yang familiar dan biasa ditemukan di perkampungan atau pedesaan.

Teplok dilengkapi bagian antara atap brunjung dan atap reaktif. Desain rumahnya tampil lebih menarik dan lebih tinggi dibandingkan bangunan lainnya.

Dilengkapi dengan empat sisi atap membuat bukaan rumah tampak lebih besar. Oleh karena itu, rumah Teplok Lambang Limasan memiliki sirkulasi udara yang baik dan menjamin suhu di dalam rumah lebih sejuk.

Tipe rumah Lambang Teplok tidak menggunakan penutup keong pada sisi kiri dan kanan atapnya, melainkan menggunakan balok tempat duduk yang stabil.

Rumah Limasan Jawa

5. Rumah Lambang Gantung LimasanRumah Lambang Gantung atau dikenal juga dengan nama Limasan Trajumas Lambang Gantung memiliki kantilever yang tidak terhubung langsung dengan kolom utama .

Bagian batang yang diikatkan pada kayu gantung pada ujungnya disebut “Saka Bethung”. Rumah ini termasuk dalam tipologi Trajumas karena memiliki dua ruangan.

Kedua bagian ruangan tersebut disebut “Rong-Rongan” dan di tengahnya dibatasi oleh empat tiang utama.

Jumlah kolom pada rumah ini 8 sampai 10, dilengkapi dengan atap segi empat. Atap yang dapat digerakkan digunakan untuk mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan.

Bahan bangunan penyusun rumah ini terbuat dari kayu yang tahan lama dan memiliki serat yang padat. Tak heran jika rumah jenis ini diketahui mampu bertahan lama, hingga puluhan tahun.

6. Rumah Limasan Semar Tinandhu
Limasan Semar Tinandhu itu laki-laki Rumah Limasan beratap Bruunjung dan ditopang oleh empat tiang.

Keempat balok tersebut ditopang oleh balok atau papan di tengahnya, sehingga atap Bruunjung dapat bertumpu secara tidak langsung pada kolom utama.

Bangunan Limasan Semar Tinandhu mempunyai 16 tiang Saka serta empat tiang Saka pembantu dan empat tiang Saka utama di tengahnya.

Tampilan atap Limasan Semar Tinandhu tidak jauh berbeda dengan bangunan lainnya. Atapnya mempunyai empat sisi dengan empat menjorok mengelilingi bangunan dan sebuah wuwungan.

Kayu yang digunakan untuk membangun rumah ini adalah kayu jawa yang kokoh.

Kayu yang digunakan untuk membuat Semar Tinandhu antara lain kayu mahoni, nangka, sonokeling, dan jati.

Perbedaan Rumah Limasan dan Rumah Joglo
Bagi sebagian masyarakat awam, jika dilihat sekilas , Rumah Joglo dan Rumah Limasan sangat mirip dan banyak orang yang mengira kedua tipe rumah tersebut sama. Namun jika dicermati, terlihat perbedaan yang cukup jelas antara kedua tipe rumah tersebut.

Baca Juga : Mengenal Tentang Ciri khas Rumah Honai Di Papua

Rumah Joglo
Rumah Joglo merupakan rumah adat yang banyak dijumpai di Pulau Jawa. Ciri khas rumah ini adalah bentuk atapnya yang sangat mirip dengan bentuk gunung yang biasa disebut Tajug. Bagi masyarakat Jawa, gunung merupakan simbol dari segala bentuk sakral. Bentuk inilah yang memunculkan istilah Joglo yang terdiri dari kata “Tajuk” dan kata “dia” yang berarti dua Tajug yang menyatu.

Selain bentuk atapnya yang menyerupai gunung, Rumah Joglo mempunyai keistimewaan lain yaitu empat tiang penyangga yang menopang rumah. Empat tiang penyangga bangunan biasa disebut Soko Guru. Pilar-pilar ini juga menjadi pilar utama Rumah Joglo.

Rumah adat Jawa ini terbagi menjadi dua bagian yaitu rumah induk dan rumah samping. Rumah induk terdiri dari beberapa bagian yaitu Anjungan, Pringgitan, Emperan, Omah Dalem, Senthong-Kiwa, Sentong Tengah, Senthong-Tengen dan Gandhok.

Paviliun
Paviliun biasanya terletak di bagian depan rumah. Umumnya pendopo digunakan untuk kegiatan formal seperti pertemuan, tempat pertunjukan seni seperti pertunjukan wayang dan tari, serta upacara adat yang sakral. Ruang ini terbuka dan seringkali dirancang agar tampak megah dan bermartabat.

Pringgitan
Bagian Pringgitan terletak di antara pendopo dan rumah bagian dalam atau Omah Njero. Koridor ini tidak hanya berfungsi sebagaipintu masuk, namun juga sering digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit. Bentuk Pringgitan menyerupai serambi berbentuk segitiga dan menghadap pendopo.

Kaisar
Kaisar berperan sebagai penghubung antara Rumah Joglo Pringgitan dan Rumah Njero. Overhang bisa juga disebut teras depan dan biasanya lebarnya sekitar 2 meter. Langkan dapat digunakan sebagai tempat menerima tamu dan juga bersantai.

Omah Dalem
Omah Dalem di rumah Joglo biasanya disebut dengan Omah Mburi, Dalem Ageng atau sekadar “Omah Dalem” dipanggil nenek. Omah Dalem berfungsi sebagai tempat tinggal para penghuni rumah tersebut.

Senthong-kiwa dan Senthong-tengen
Senthong-kiwa ada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan yang bisa dibuka diperlukan. Terdapat ruangan yang dapat berfungsi sebagai kamar tidur, ruang penyimpanan, tempat menyimpan perbekalan, dll. Sedangkan Senthong-Tengen berada di sisi kiri dan fungsinya sama dengan Senthong-Kiwo.

Senthong-tengah
Bagian Senthong-tengah terletak didalam rumah Joglo. Karena letaknya di dalam rumah,ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga. Umumnya barang berharga yang disimpan di senthong tengah adalah perhiasan atau pusaka keluarga seperti keris atau harta berharga lainnya.

 

Recent Posts

Taman Arsitektur yang Wajib Dikunjungi di Seluruh Dunia

Taman Arsitektur yang Wajib Dikunjungi di Seluruh Dunia – Entah Anda memiliki pepatah hijau atau…

2 weeks ago

Mendorong Desain Arsitektur Dari Baik Menjadi Hebat

Mendorong Desain Arsitektur Dari Baik Menjadi Hebat - Kita tahu bahwa arsitektur yang bagus bisa…

2 weeks ago

Bobot Garis dalam Arsitektur

Bobot Garis dalam Arsitektur – Salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa arsitektur adalah menggunakan bobot…

3 weeks ago

Apa Yang Dilakukan Seorang Arsitek

Apa Yang Dilakukan Seorang Arsitek - Arsitek adalah salah satu kata, seperti kurator, yang sering…

3 weeks ago

Apa itu Desain Arsitektur

Apa itu Desain Arsitektur - Desain arsitektur adalah perencanaan dan desain bangunan, lanskap, dan struktur…

3 weeks ago

Mengapa Anda Tidak Harus Menjadi Arsitek

Mengapa Anda Tidak Harus Menjadi Arsitek – Menjadi seorang arsitek jelas bukan merupakan karir untuk…

3 weeks ago